|
Bandara Sepinggan -
Balikpapan, 1 Desember 2005
Selah satu unit kerja yang menentukan type pesawat atau jenis pesawat
yang boleh mendarak dan tinggal landas disebuah bandara udara adalah
unit kerja yang bernama PKPPK, atau Pertolongan Kecelakaan Pesawat
dan Pemadam Kebakaran. Unit ini menetukan tingkat Kategori sebuah
bandara. Sehingga apakah bandara tersebut bisa didarati oleh pesawat
jenis Boeing -747.200; atau 400; atau Airbus A300 atau A330 dsb.
Kemamnpuan PKPPK di Bandara Sepinggan
saat ini memenuhi standar Bandara untuk Kategori-8, sehingga pesawat
yang dapat dilayanai adalah tipe Boeing 767, sebagaimana yang akan
digunakan oleh penerbangan haji tahun 1426H ini.
Saat ini armada PKPPPK terdiri dari :
1. Comando Car, Daihatsu Taft
2. Rescue Car, T.Morita IV
3. Foam TDR 01, Ziegler
4. Foam TDR 02, Morita TP2
5. Foam TDR 03, Chubb Fire
6. Foam TDR 04, Simon.GS
7. Ambulance 01, Mitsibishi L300
8. Ambulance 02. Daihatsi Zebra
9. Nurse Tender
10. Rescue Boat
11. Tracktok, Kubota
Yang
mana armada tersebut diawaki oleh 44 petugas, termasuk Assisten Manager
PKPPK.
Kendaraan diatas masing-masing memiliki standar guna memenuhi performa
nya. Seperti contoh FT-2 Morita harus dapat mencapai kecepatan 80Km/jam
dalam 40 detik. Standar ini harus dipenuhi guna dapat melayani apabila
terjadi hal hal yang tidak diingini oleh sebuah penerbangan.
Guna menjaga performa tersebut maka, seluruh awak wajib memiliki rating
atai lisensi dalam mempergunakan seluruh peralatan.
Selain hal tersebut, mempertahankan stamina fun gsi PKP-PPK, maka setiap
hari secara periodik peralatan dicoba setiap pagi dan setiap pergantian
shift, sehingga dengan demikian maka, shift tersebut siap melaksanakan
tugasnya.
|
|
Untuk
kesehatan kendaraan dan p[eratlatan maka, setiap 6 bulan selalu diadakan
pengecekan, atau pemeriksanaan secara rutin, agar apabila ditemu
kerusakan atau kehausan suku cadang bisa langsung diperbaiki dan diganti.
Untuk mempertahankan kinerja operasional
secara menyeluruh, maka setiap tahun diadakan pelatihan simulasi
kecelakaan pesawat yang mengerahkan seluruh kekuatan yang ada. Pelatihan
tersebut sering dinamai dengan PGD atau Pelatihan Gawat Darurat.
Apabila diperlukan maka latihan PGD dapat
mencapai jangkauan yang lebih luas dan melibatkat seluruh unsur terkait
baik dalam maupun instansi luar yang terkait, seperti misalnya Rumah
Sakit, Pangkalan Udara, Kepolisian dan sebagainya.
Hal ini semua dilaksanakan semata-mata
hanya guna meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan.
Saat ini Unit PKPPK di pimpin oleh Bapak
Jatiranto sebagai Asisten Manager PKPPK, dan dimanajemeni oleh Manager
Operasi Bandara Udara, Bpk. H.Sumarno.
DAlam rangka melayani penerbangan haji
tahun 1426H, ini, maka shift petugas disesuaikan dengan pesawat yang
akan digunakan yaitu Boeing 767. (ip)
|
|
|