Dari Kaltim Post

Senin, 5 Desember 2005
 

GM Pertamina UP V Lepas 43 Calhaj
 

BALIKPAPAN-Hari Minggu (4/12) kemarin banyak dimanfaatkan para calon jamaah haji (calhaj) untuk pamitan berangkat haji. Di antara para calhaj yang pamitan menunaikan rukun Islam ke-5 itu, para calhaj karyawan Pertamina. Sebanyak 43 calhaj , malam tadi secara khusus dilepas GM Pertamina UP V Ir H Syahrul Arifin di kediamannya.

Dikatakan Syahrul, tahun ini karyawan yang memiliki kesampatan berangkat menunaikan ibadah haji sebanyak 43 orang. Sebanyak 6 orang atas biaya perusahaan pada tahun ini, 4 orang biaya perusahaan tahun lalu – namun baru bisa berangkat tahun ini. Selebihnya atas biaya sendiri.

“ Kesempatan beribadah haji merupakan suatu karunia yang tidak setiap orang memperoleh kesempatan itu. Oleh karena itu, manfaatkan kesempatan yang diberikan Allah SWT itu untuk memperbanyak ibadah. Manfaatkan waktu senggang untuk introspeksi diri agar bisa memilah dan memilih kegiatan mana yang wajib dikerjakan dan mana yang harus ditinggalkan,” pesannya.

Sementara itu, Kakandepag Balikpapan Drs H Samad Bullah ketika memberikan ceramah mengatakan, ada lima perkara yang dapat dijadikan pegangan para calhaj. Lima perkara itu, 5 T, yakni tasyakur, taubat, tawakal, takwa, dan tawaduk. Panggilan berhaji dari Allah SWT diberikan kepada hamba Allah yang beruntung. Maka menjadi kewajiban bagi yang mendapat nikmat ini banyak-banyak bersyukur kepada Allah SWT. “Siapa bisa mensyukuri nikmat Allah, maka akan dilipatgandakan nikmatnya,” katanya.

Calhaj diminta memperbanyak taubat, kata Samad Bulllah, karena ada kesalahan yang diperbuat manusia secara disengaja dan tidak disengaja. Kesalahan disengaja kepada orang lain, bisa minta maaf kepada orang yang pernah kita sakiti. Sedangkan kesalahan kepada Allah, bisa minta maaf dengan cara bertaubat untuk tidak mengulangi kesalahan.

Dalam berhaji, menurut Samad, bakal banyak ditemui kendalanya. Misalnya menjadi malas ke masjid atau malas menjalankan ibadah sunah. Oleh karena itu, calhaj agar ikhlas dan tawakal menjalankan rukun haji, untuk memperoleh kesempurnaan haji.

Dengan menjalankan 3 T ini, ditegaskan Samad, calhaj masih menjalani ujian ketakwaan. Yakni apakah mampu menjalankan semua perintah dan menjauhi larangan Allah SWT. Jika mampu melewatinya, maka yang terkahir calhaj diminta tawaduk. “Gunakan ilmu padi. Semakin tua semakin merunduk. Merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Maka Allah akan membesarkan kita. Allahu Akbar. Allah Maha Besar,” katanya.

Diharapkan kepada para karyawan Pertamina yang belum mempunyai kesempatan mendapatkan panggilan berhaji, ajak Samad, untuk berdoa memohon kepada Allah SWT agar di tahun yang akan datang mempunyai kesempatan pergi haji. (bs)