
Dari Kaltim Post
Selasa, 29 November 2005
Ditiadakan Keluarga Bertemu di
Asrama
Farid: Kecuali Kasuistik, Baru Calhaj Boleh
BALIKPAPAN-Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kaltim Drs Farid Wadjdy menegaskan, untuk musim haji tahun 2005/2006 ada ketentuan baru yang diterapkan bagi keluarga jamaah haji. Mereka tidak diperbolehkan untuk bertemu jika calon haji sudah masuk ke asrama haji.
Ketentuan itu diterapkan, karena untuk menjaga jamaah haji melakukan konsentrasi dan istirahat di asrama sebelum pemberangkatan ke Tanah Suci.
“Sebenarnya dari dulu calon haji (calhaj) jika sudah masuk asrama sudah dikarantina. Keluarga tidak boleh lagi bertemu. Sebab, pertemuan itu lebih banyak hanya melepas kangen-kangenan saja,” kata Farid.
Disebutkannya, pengantaran dan penjemputan jamaah haji oleh pihak keluarga hanya dilakukan di daerah kabupaten atau kota masing-masing, dan tidak diperkenankan melakukan pengantaran sampai ke asrama haji (ashaj). “Kami minta keluarga jamaah harus bisa memahami dan mematuhi ketentuan ini,” tambahnya.
Hanya Farid, masih bisa memberi toleransi kepada keluarga jamaah yang ingin bertemu atau ada keperluan yang sifatnya kasuistik. Misalnya saja, mengantarkan obat-obatan atau sesuatu yang penting bagi jamaah. Atau, ada staf yang ingin meminta tanda tangan pimpinannya dan itu sifatnya mendadak dan harus dilakukan sebelum masa pemberangkatan. “Itu kita perbolehkan, jadi ini imbauan agar jamaah bisa lebih istirahat dengan enak dan nyaman di asrama haji,” katanya.
Menurut Farid, saat ini sesuai kebijakan di embarkasi sudah ditetapkan standar pelayanan operasional (SPO) yang bertugas dengan petugas keamanan. Pola pengamanan menyangkut asrama haji karena sudah masuk kawasan karantina, pelayanan, perlindungan dan itu diamanatkan undang-undang (UU). “Kepada para jamaah, hendaknya juga mempersiapkan kondisi batiniahnya dengan jalan meningkatkan ibadah dan memperbanyak zikir serta ibadah lainnya,” pinta Farid.(git)