Dari Tribun Kaltim

28-11-2005

 

Coba Lihat, Airnya Macet !

 

GUBERNUR Kaltim H Suwarna AF mengaku kecewa atas kondisi dan kebersihan Asrama Haji Batakan Balikpapan yang kurang terawat dan tidak terjaga dengan baik, menjelang keberangkatan calon jemaah haji musim haji tahun 2005 ini. Suwarna menegaskan akan meninjau kembali Asrama Haji pada H-2 sebelum keberangkatan kloter pertama, untuk memastikan kebersihan dan kesiapan lokasi tersebut. "Coba lihat ini rumputnya panjang dan tidak terawat.

Saya minta semua harus bersih sebelum para jemaah haji datang dan menggunakan fasilitas ini. Mohon kebersihan dan hal-hal lainnya disiapkan. Jadi jemaah yang datang merasa enak seperti layaknya di hotel," kata Suwarna kepada Wakil Ketua Badan Pengelola Asrama Haji Balikpapan, Drs H Ngadim Usman, sambil menunjuk jalan dan parit yang ditumbuhi tanaman rumput lair.

Inspeksi mendadak (sidak) ke komplek Asrama Haji Batakan Balikpapan, Senin (28/11) kemarin, dilakukan Suwarna usai melantik Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Kaltim untuk musim haji tahun 2005. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama (Kanwil Depag) Kaltim Farid Wadjdy, Walikota Balikpapan Imdaad Hamid SE dan pihak Garuda Indonesia Airways, Polda Kaltim dan jajaran instansi terkait. "Ini lagi pohonnya ada yang patah.

Dikontrol tidak tadi? Saya ingin tahu kondisi asrama di dalam. Berapa sih pengeluaran untuk perawatan sebulannya? Ada biayanya tidak?" tanya Suwarna sambil berlalu melewati sebuah dahan pohon yang patah, sebelum memasuki Asrama 8 Jeddah. "Sudah pak, tiap hari ada yang bersih-bersih.

Mungkin ini pohonnya baru saja patah. Pengeluaran untuk cleaning service dan tukang kebun sebulan sekitar Rp 5 juta-an," jawab Ngadim. Biaya perawatan asrama haji diperoleh dari pemasukan pihak ketiga yang menggunakan jasa asrama.

"Pemasukan tidak menentu Pak. Kadang Rp 5 juta atau lebih dan kadang tidak ada pemasukan. Tapi pengeluaran per bulan lebih besar dari yang kami dapatkan," jelas Ngadim.

"Jadi selama ini rugi terus, tidak ada pemasukan yang pasti? Bagaimana ini, tapi ndak apalah kalau untuk umat. Saya sarankan untuk mengajukan dana ke Departemen Agama atau minta kontribusi ke Pemda Sulawesi Tengah karena mereka juga memanfaatkan fasilitas ini," jawab Suwarna. Ketika berada di Asrama 8 Jeddah, salah satu bangunan yang ada di kompleks Asrama Haji, Suwarna melongok ruang tidur dan fasilitas lainnya.

"Airnya ada tidak, ada tangki airnya kah? Sekarang bisa mengalir tidak? Saya mau cek sekarang dan listriknya juga? Coba itu krannya dibuka," pinta Suwarna. Mendengar permintaan Gubernur, seorang karyawan Asrama Haji kemudian menghidupkan sebuah kran air yang berada di sebelah kanan Asrama 8 Jeddah. Tak lama kemudian, air pun mengucur deras keluar dari kran tersebut.

Dengan berjalan kaki, rombongan Gubernur Suwarna mengitari sejumlah kompleks bangunan yang ada di Asrama Haji Batakan. Lagi-lagi Gubernur Suwarna menanyakan kondisi air dan listrik di bagian lain bangunan yang terpisah dari Asrama 8 Jeddah tadi. "Coba ini krannya bisa dipakai tidak ya? Ada airnya tidak?" tanya Suwarna sambil membuka kran air yang nampak berkarat di bagian atas.

Kran air yang dipegang orang nomor satu di Kaltim ini hanya mengucurkan sedikit air, tidak deras seperti kran lainnya. Bahkan air yang keluar pun tidak begitu jernih. "Coba lihat ini, air macet keluarnya juga kecil.

Katanya dulu ada dana untuk membangun sumur, sudah dibuat belum?," tanya Suwarna. "Dana untuk membangun sumur itu dari pos Dana Alokasi Umat (DAU) dan sekarang sudah dibekukan Pak, jadi tidak bisa membangun sumur air," jawab Farid. "Saya minta semua diperhatikan.

Air, listrik, tempat tidur dan dapur semuanya harus siap dan bersih. Saya akan kesini lagi H-2 sebelum keberangkatan kloter pertama jemaah haji, karena masih banyak kelemahannya. Kalau masih seperti ini dan belum siap, saya akan ambil tindakan," tutur Suwarna kepada Ngadim dan Farid Wadjdy.

"Siap Pak, kami lakukan. Insya Allah semuanya lebih baik lagi," jawab Farid sambil menjelaskan untuk catering haji saat ini dalam proses tender dengan alokasi dana Rp 600 juta. "Kalau sudah siap kita bisa bangga.

Ini lho Asrama Haji kita siap untuk menyambut tamu Allah. Iya kan Pak Kakanwil Agama? Selama ini asrama kita diakui oleh pusat sebagai yang terbaik karena posisinya dekat dengan bandara dan kelebihan lainnya," kata Suwarna lagi. Ngadim menjelaskan komplek Asrama Haji-- seluas 8,4 hektar --secara rutin dibersihkan dan dirawat oleh 12 orang karyawan.

Untuk petugas kebersihan taman dan halaman jumlahnya 4 orang dengan upah per bulan Rp 250 ribu. Sedangkan, petugas kebersihan di dalam gedung jumlahnya 8 orang dengan upah bulanan Rp 325 ribu. "Untuk pengeluaran per bulan Rp 40 juta- an, porsi terbesar untuk listrik dan air rata-rata Rp 15 juta.

Pemasukan tidak menentu," tegas Ngadim yang menambahkan pihaknya telah mengajukan dana ke provinsi sebesar Rp 370 juta untuk biaya operasional selama 5 bulan, THR karyawan dan biaya lainnya. Di lain pihak, Kepala Biro Bina Sosial Pemprov Kaltim Elmy Rustam mengatakan, Pemprov Kaltim telah menyediakan dana sebesar Rp 350 juta untuk perawatan dan pemeliharaan Asrama Haji menjelang musim haji. "Dana itu untuk keseluruhan perawatan, termasuk mengecat atau perbaikan lainnya.

Anggaran diambil dari pos dana APBD Kaltim, sebenarnya ini tugas Depag tapi kami mencadangkannya," kata Elmy. (sit) .